Kerja Keras TNI dan Warga Berbuah Manis, Jalan 4,3 Km di Bayang Rampung 100 Persen
- Mar 08, 2026
- Admin : Riko Candra
PESISIR SELATAN, MIMBARNAGARI.KIM.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 yang dilaksanakan Kodim 0311/Pesisir Selatan berhasil menuntaskan pembangunan jalan baru sepanjang 4.300 meter yang menghubungkan tiga nagari di Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan.
Jalan tersebut menghubungkan Nagari Talaok, Nagari Gurun Panjang Utara, hingga berakhir di Nagari Koto Berapak. Pembangunan akses ini menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam program TMMD yang melibatkan personel TNI bersama masyarakat setempat.
Sejak awal pelaksanaan kegiatan, antusiasme warga terlihat tinggi. Mereka turut bergotong royong bersama personel Satgas TMMD dalam proses pembukaan badan jalan hingga pengerjaan berbagai fasilitas pendukung.
Koordinator lapangan, Sertu Mendra, menyampaikan bahwa pembangunan jalan tersebut kini telah rampung sepenuhnya.
“Progres pembukaan jalan baru pada program TMMD ke-127 Tahun 2026 Kodim 0311/Pessel telah mencapai 100 persen,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan, selain pembukaan badan jalan, Satgas TMMD juga membangun enam titik gorong-gorong untuk memperlancar aliran air dan menjaga kondisi jalan tetap baik, terutama saat musim hujan.
Sementara itu, Dandim 0311/Pesisir Selatan, Letkol Czi Theodurus Sambua, S.T., M.Han, mengatakan bahwa selain kegiatan fisik, program TMMD juga diisi berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat dan pelajar di wilayah pelaksanaan TMMD.
“Kegiatan nonfisik meliputi berbagai penyuluhan kepada masyarakat dan pelajar. Selain itu, ada juga kegiatan tambahan seperti pembangunan MCK, penyediaan sumber air bersih, serta program ketahanan pangan,” jelasnya.
Dalam program TMMD ke-127 ini, Satgas juga melaksanakan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak lima unit, dengan rincian dua unit di Nagari Talaok, dua unit di Nagari Gurun Panjang Utara, dan satu unit di Nagari Koto Berapak.
Pembangunan jalan usaha tani tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, terutama para petani dalam mengangkut hasil panen. Dengan akses yang lebih baik, biaya produksi dapat ditekan sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Riko