LISDA HENDRAJONI Minta Jemaah Haji Fokus Jaga Kesehatan Jelang Armuzna

  • May 25, 2026
  • Admin : Riko Candra

MEKKAH, MIMBARNAGARI – Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk menjaga kondisi kesehatan dan mempersiapkan stamina menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Armuzna. Menurutnya, kesiapan fisik menjadi faktor utama agar jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan lancar di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi.

Hal itu disampaikan Lisda usai tiba di Tanah Suci dalam rangka menjalankan tugas pengawasan pelaksanaan ibadah haji 2026 bersama Tim Pengawas Haji DPR RI. 

Kehadiran tim pengawas bertujuan memastikan pelayanan terhadap jemaah Indonesia berjalan optimal, khususnya saat memasuki fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang dikenal sebagai tahapan paling padat dalam rangkaian ibadah haji.

“Jemaah harus mulai menjaga stamina dari sekarang. Puncak haji di Armuzna membutuhkan kondisi fisik yang prima karena aktivitas sangat padat dan cuaca di Arab Saudi cukup ekstrem,” ujar Lisda di Mekkah.

Anggota Komisi VIII DPR RI itu menjelaskan, suhu udara di Arab Saudi saat ini dapat mencapai 47 derajat Celsius pada siang hari. Kondisi tersebut dinilai berisiko, terutama bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Karena itu, Lisda mengimbau jemaah untuk memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di luar hotel yang tidak mendesak, serta menjaga pola istirahat agar tidak mengalami kelelahan sebelum memasuki puncak ibadah haji.

Ia juga meminta jemaah disiplin mengikuti arahan petugas kesehatan dan petugas haji di lapangan. Menurutnya, penanganan cepat terhadap gangguan kesehatan sangat penting agar kondisi jemaah tetap terpantau selama menjalani ibadah.

“Jika merasa kurang sehat, segera laporkan kepada petugas kesehatan. Jangan menunggu sampai kondisi memburuk karena layanan kesehatan sudah disiapkan untuk membantu jemaah,” katanya.

Dalam pengawasannya, Lisda turut menekankan pentingnya kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan selama fase Armuzna berlangsung. Ia berharap seluruh layanan medis yang disediakan bagi jemaah Indonesia dapat siaga penuh untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat akibat cuaca panas maupun kelelahan fisik.

Selain itu, Lisda mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia dalam memberikan pelayanan kepada jemaah. Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan guna memastikan seluruh layanan berjalan maksimal dan responsif terhadap kebutuhan jemaah.

Menurutnya, penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tingginya jumlah jemaah hingga kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi. Oleh sebab itu, koordinasi yang baik antara petugas dan jemaah menjadi kunci kelancaran pelaksanaan ibadah.

“DPR RI berharap seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah haji dengan sehat, aman, dan kembali ke Tanah Air menjadi haji yang mabrur,” tutupnya. RIKO