LISDA HENDRAJONI Wujudkan Hunian Sejahtera bagi Warga Pesisir Selatan
- Apr 09, 2026
- Admin : Riko Candra
PESISIR SELATAN, MIMBARNAGARI — Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi NasDem, Lisda Hendrajoni, kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah pemilihan. Pada Kamis (9/4/2026), ia menyalurkan bantuan melalui program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) kepada warga Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Bantuan tersebut menyasar tiga keluarga penerima manfaat yang tersebar di sejumlah nagari, yakni Nagari Aur Duri Surantih, Nagari Amping Parak, dan Nagari Amping Parak Timur. Program ini difokuskan pada perbaikan rumah tidak layak huni menjadi hunian yang lebih aman dan sehat.
Dalam kunjungannya, Lisda meninjau langsung kondisi rumah yang telah selesai direnovasi. Ia mengaku bersyukur melihat perubahan signifikan yang dirasakan masyarakat, terutama bagi keluarga yang sebelumnya tinggal dalam kondisi memprihatinkan.
“Kami ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran. Alhamdulillah, rumah-rumah yang telah diperbaiki kini sudah kokoh dan layak dihuni. Sebelumnya, kondisinya sangat memprihatinkan dan memang membutuhkan perhatian,” ujarnya di sela kegiatan.
Tak hanya menyerahkan bantuan fisik, legislator asal Sumatera Barat itu juga memberikan paket sembako kepada para penerima manfaat. Kehadirannya disambut haru oleh warga yang kini merasakan peningkatan kualitas hidup berkat program tersebut.
Lisda menegaskan, program RST tidak semata-mata berfokus pada pembangunan fisik, melainkan juga menjadi instrumen untuk meningkatkan martabat dan kesejahteraan keluarga penerima.
“Ini bukan hanya soal membangun rumah, tetapi juga membangun kehidupan yang lebih layak. Dengan hunian yang sehat, kualitas kesehatan dan kenyamanan keluarga tentu ikut meningkat,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, program RST mengalokasikan anggaran sekitar Rp20 juta untuk setiap unit rumah. Selain renovasi, bantuan juga mencakup dukungan bagi kelompok rentan, termasuk penyediaan kursi roda bagi penyandang disabilitas.
Lebih jauh, program ini turut mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui bantuan modal usaha. Upaya ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan taraf hidup masyarakat.
“Selain rumah yang layak, kami juga dorong adanya usaha produktif agar ekonomi keluarga ikut tumbuh. Jadi manfaatnya tidak berhenti pada pembangunan fisik saja,” jelasnya.
Lisda memastikan akan terus memperjuangkan perluasan program-program berbasis kesejahteraan sosial di tingkat pusat, termasuk peningkatan kuota bantuan bagi daerah.
“Kami di Komisi VIII DPR RI akan terus mengawal agar program seperti ini bisa menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, khususnya di Pesisir Selatan,” tutupnya mengakhiri. RIKO