Nagari Salido Perkuat Fondasi Pembangunan Lewat Finalisasi RPJM 2026–2034
- Apr 15, 2026
- Admin : Riko Candra
PESISIR SELATAN, MIMBAR NAGARI — Di tengah hamparan keindahan Kawasan Mandeh yang memukau, Pemerintahan Nagari Salido mengambil langkah penting dalam menentukan arah masa depan pembangunan nagari. Selama dua hari, 13–14 April 2026, tim nagari mengikuti kegiatan finalisasi desk Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nagari 2026–2034, sebuah tahapan krusial dalam memastikan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Pandan View, Kecamatan Koto XI Tarusan itu bukan sekadar agenda teknis. Bagi Nagari Salido, forum ini menjadi ruang belajar sekaligus refleksi untuk merumuskan kebutuhan riil masyarakat ke dalam dokumen perencanaan yang akan menjadi peta jalan pembangunan selama delapan tahun ke depan.
Dipimpin langsung oleh Wali Nagari Roni Marta Gusrianto, rombongan Nagari Salido hadir dengan komposisi lengkap. Mulai dari Ketua Bamus, sekretaris nagari, hingga perangkat teknis seperti Kasi Keuangan dan Kasi Perencanaan, seluruhnya terlibat aktif dalam proses penyempurnaan dokumen RPJM tersebut.
Di ruangan yang dipenuhi diskusi intens dan telaah dokumen, para peserta tidak hanya menyusun program, tetapi juga diuji untuk memastikan setiap rencana yang dirancang benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah kebijakan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pesisir Selatan, Mar Alamsyah, yang hadir mewakili bupati, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai fondasi awal bagi wali nagari yang baru dilantik. Sebanyak 58 nagari mengikuti kegiatan ini dalam empat gelombang, sebagai bagian dari pembekalan pasca Pilwana serentak Desember 2025.
Menurutnya, RPJM Nagari bukan sekadar dokumen administratif, tetapi instrumen strategis untuk menyelaraskan program nagari dengan visi dan misi kepala daerah. Sinkronisasi ini menjadi kunci agar pembangunan berjalan efektif, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Bagi Nagari Salido, proses ini dimanfaatkan secara maksimal. Setiap sesi bimbingan dari evaluator DPMD, Bappeda, dan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat diikuti dengan serius, mulai dari penyusunan program prioritas hingga penyesuaian dengan regulasi yang berlaku.
Wali Nagari Roni Marta Gusrianto mengakui, kegiatan ini memberikan banyak wawasan baru dalam menyusun perencanaan yang lebih matang dan komprehensif. Ia menilai, bimbingan yang diberikan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga membuka perspektif tentang pentingnya perencanaan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Kami sangat terbantu dengan materi dan arahan yang diberikan. Ini menjadi bekal penting bagi kami untuk menyempurnakan RPJM Nagari Salido ke depan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Bamus Salido, Rivo Rafellimando, menekankan pentingnya tindak lanjut dari hasil kegiatan tersebut. Ia berharap tim RPJM segera merampungkan dokumen sesuai mekanisme dan regulasi yang telah dipaparkan oleh para pemateri.
Baginya, kecepatan dan ketepatan dalam menyelesaikan RPJM akan menentukan seberapa cepat program pembangunan bisa dijalankan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Di balik dinamika diskusi dan penyusunan dokumen, tersimpan harapan besar masyarakat Nagari Salido terhadap arah pembangunan yang lebih jelas, terukur, dan berkelanjutan. RPJM bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan janji pembangunan yang harus diwujudkan.
Dengan selesainya tahapan finalisasi ini, Pemerintahan Nagari Salido optimistis mampu menghadirkan perencanaan yang tidak hanya selaras dengan kebijakan daerah, tetapi juga berpihak pada kepentingan masyarakat. RIKO