Pesisir Selatan Menuju Swasembada: Risnaldi Launching Tanam Serentak Modern

  • Nov 15, 2025
  • RikoSajo

PESISIR SELATAN, MimbarNagari.kim.id - Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, meresmikan pelaksanaan Tanam Serentak Sawah Pokok Murah (SPM) dengan Metoda Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT) di halaman Kantor BPP IV Jurai, Jumat (14/11). Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung visi nasional menuju swasembada pangan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan yang selaras dengan agenda Presiden Prabowo Subiyanto dalam mempercepat peningkatan produksi beras nasional. 

Pemanfaatan MTOT dipilih karena dinilai mampu menekan biaya produksi, mempercepat proses tanam, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan pertanian.

Acara peresmian turut dihadiri Anggota DPRD Pesisir Selatan dari Dapil I, antara lain Aprinal Tanjung, Baslianti Ilyas, Gusmen, dan Teguh Dehalsa. Hadir pula jajaran perwakilan Kodim 0311 Pesisir Selatan, Kejaksaan Negeri Pessel, Kapolsek IV Jurai, Camat IV Jurai, BUMN dan BUMD, wali nagari, serta seluruh unsur brigade pangan se-IV Jurai.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Risnaldi menegaskan bahwa Pesisir Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian dengan luas sawah mencapai 22.746 hektare. Menurutnya, potensi tersebut menjadi modal penting dalam menyukseskan program Nagari Kanyang sebagai upaya penguatan ketahanan pangan daerah.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025, pemerintah pusat mengintervensi 10.863 hektare atau hampir separuh dari total luas sawah di Pesisir Selatan. Bentuk dukungan tersebut meliputi optimasi lahan, pembangunan fasilitas irigasi, embung mini, serta bantuan bibit dan pengolahan lahan untuk 440 kelompok tani. Intervensi ini merupakan hasil tindak lanjut cepat dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman terhadap usulan daerah.

Risnaldi juga menyoroti peran para petani muda yang tergabung dalam 55 unit brigade pangan. Mereka menjadi motor penggerak modernisasi pertanian sekaligus mempercepat proses tanam serentak di lapangan.

 Lahan percontohan seluas 2,5 hektare telah disiapkan sebagai lokasi penerapan MTOT dan menjadi titik awal kegiatan tanam serentak di Kecamatan IV Jurai.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati mengingatkan para pemilik kios dan distributor untuk mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi yang telah diturunkan sebesar 20 persen oleh pemerintah pusat. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan segan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran harga di lapangan, mulai dari pencabutan izin hingga proses hukum.

Setelah meresmikan kegiatan, Risnaldi turun langsung ke area persawahan untuk ikut menanam padi bersama para petani, OPD terkait, dan brigade pangan. Kehadiran Wabup di sawah menjadi simbol dimulainya tanam serentak MTOT yang diharapkan mampu meningkatkan produksi gabah di wilayah IV Jurai.

Sebelumnya, Pimpinan BPP IV Jurai, Okta Novia, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil swadaya bersama antara BPP, Dinas Pertanian, brigade pangan, dan kelompok tani. Ia menjelaskan bahwa metode MTOT telah mampu menghasilkan panen hingga 7 ton gabah kering per hektare. 

Okta juga menegaskan bahwa WKPP Salido yang memiliki hamparan sawah seluas 150,46 hektare berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata tani, sekaligus peluang investasi baru bagi daerah. Koko