VIRAL TANPA FAKTA !! Wali Nagari Limau Gadang Lumpo Bongkar Narasi Menyesatkan soal “Lori Gantung”
- Apr 05, 2026
- Admin : Riko Candra
PESISIR SELATAN, MIMBARNAGARI — Wali Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, angkat bicara keras terkait beredarnya video viral yang menampilkan siswa menyeberangi sungai menggunakan lori gantung. Ia menilai, sejumlah akun media sosial telah menggiring opini publik dengan narasi yang tidak sesuai fakta di lapangan.
Video tersebut ramai beredar di jagad maya, memperlihatkan pelajar melintasi sungai menggunakan alat sederhana. Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa kondisi tersebut terjadi karena tidak adanya jembatan penghubung di wilayah tersebut.
Narasi ini pun memicu beragam reaksi publik.
Namun, Wali Nagari Nasrul menegaskan, informasi tersebut tidak benar dan cenderung menyesatkan. Ia menjelaskan bahwa Jembatan Limau Gadang Lumpo bukan tidak ada, melainkan sedang dalam proses perbaikan setelah mengalami kerusakan akibat banjir besar pada 2024 lalu.
“Lori gantung itu bukan karena tidak ada jembatan. Itu solusi sementara atas permintaan masyarakat, karena jembatan utama sedang diperbaiki,” tegas Nasrul.
Ia memaparkan, penggunaan lori gantung hanya bersifat darurat, khususnya saat debit air sungai meningkat akibat hujan. Dalam kondisi normal, masyarakat tetap dapat menyeberang melalui jembatan darurat yang telah disediakan di lokasi.
“Kalau air normal, masyarakat pakai jembatan sementara. Lori gantung hanya dipakai saat kondisi mendesak,” jelasnya lagi.
Nasrul juga menyayangkan sikap pihak-pihak yang langsung memviralkan video tersebut tanpa melakukan verifikasi. Menurutnya, narasi yang dibangun justru mengaburkan fakta dan merugikan masyarakat setempat.
“Baru beberapa hari dipakai karena hujan, langsung diviralkan dengan narasi provokatif. Padahal masyarakat di sini justru sangat terbantu dengan adanya lori gantung,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat Limau Gadang tidak mempermasalahkan kondisi tersebut. Bahkan, mereka bersyukur karena pembangunan kembali jembatan akhirnya direalisasikan oleh pemerintah.
“Kami malah yang mengajukan agar lori gantung tetap ada sampai pembangunan jembatan selesai. Jadi jangan dipelintir seolah-olah kami menderita atau tidak diperhatikan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Pesisir Selatan, Fahresi Eka Siska, turut meluruskan informasi yang beredar. Ia menyebut pembangunan Jembatan Limau Gadang Lumpo merupakan bagian dari tiga proyek jembatan di Pesisir Selatan yang ditangani langsung oleh Kementerian PUPR RI.
Saat ini, progres pembangunan masih berjalan dan ditargetkan rampung pada Agustus mendatang.
“Pembangunan sedang berlangsung dan kita targetkan selesai Agustus tahun ini,” kata Fahresi.
Terkait video viral, ia menegaskan bahwa keberadaan lori gantung merupakan fasilitas darurat yang disediakan atas permintaan resmi dari pemerintah nagari kepada pihak kementerian.
“Lori gantung itu untuk kondisi darurat seperti banjir, sesuai permohonan dari wali nagari dan sudah mendapat persetujuan dari balai jalan,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (4/4), lori gantung yang viral tersebut tidak tampak beroperasi. Alat itu hanya terparkir di pinggir sungai, sementara aktivitas masyarakat berlangsung normal, bahkan sebagian warga menyeberang tanpa menggunakan fasilitas tersebut.
Fakta ini sekaligus membantah narasi liar yang beredar di media sosial—bahwa warga dan pelajar di Nagari Lumpo seolah-olah tidak memiliki akses penyeberangan yang layak. ***