Dari Lokasi Pengungsian, Lisda Hendrajoni Sampaikan Dampak Bencana Pesisir Selatan ke Ketua Umum NasDem

  • Jan 12, 2026
  • Riko Chandra

PESISIR SELATAN, MIMBARNAGARI.KIM.ID -  Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Lisda Hendrajoni, melaporkan secara langsung kondisi pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan kepada Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Laporan tersebut disampaikan melalui pertemuan virtual via zoom meeting yang digelar langsung dari lokasi pengungsian warga di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara.

Dalam paparannya, Lisda menjelaskan bahwa bencana yang terjadi pada akhir November 2025 telah memberikan dampak besar dan melumpuhkan berbagai sendi kehidupan masyarakat. Berdasarkan rekapitulasi data pemerintah daerah, total kerugian dan kerusakan akibat bencana tersebut ditaksir mencapai Rp 1,43 triliun.

Lisda menegaskan, kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian saat ini berada pada kondisi sangat mendesak, terutama pada sektor permukiman dan infrastruktur dasar. Ia menyebutkan, kerusakan sektor perumahan mencapai Rp 29,2 miliar, dengan nilai kerugian tambahan sekitar Rp 5 miliar.

“Laporan ini kami sampaikan langsung dari lokasi pengungsian agar kondisi riil di lapangan dapat diketahui secara utuh. Banyak warga kehilangan rumah, akses jalan terputus, dan aktivitas ekonomi lumpuh,” ujar Lisda dalam pertemuan virtual tersebut.

Lebih lanjut, Lisda merinci bahwa kerusakan infrastruktur menjadi sektor paling terdampak dengan nilai mencapai Rp 773,7 miliar. Data pemerintah daerah mencatat sebanyak 22.041 kepala keluarga atau 105.945 jiwa terdampak bencana, dengan laporan satu orang meninggal dunia atau hilang.

Di sektor permukiman, tercatat 19 unit rumah hanyut, 127 rumah rusak berat, 49 rusak sedang, dan 142 rusak ringan. Selain itu, sebanyak 18.730 unit rumah lainnya sempat terendam banjir. Kerusakan juga meluas ke fasilitas publik, dengan 74 bangunan sekolah serta 25 fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan pustu, mengalami kerusakan.

Sektor pertanian pun tak luput dari dampak bencana. Lahan sawah seluas 418,05 hektare dan kebun jagung seluas 158,60 hektare dilaporkan rusak akibat terjangan banjir dan longsor.

Untuk mempercepat pemulihan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bersama para pemangku kepentingan telah menyusun Rencana Identifikasi Pendanaan Kebutuhan (RIPK) dengan total anggaran mencapai Rp 1,7 triliun. 

Pendanaan tersebut direncanakan bersumber dari kolaborasi APBD kabupaten dan provinsi, serta dukungan kementerian dan lembaga di tingkat pusat, termasuk usulan pendanaan dari Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp 396,5 miliar dan hibah rehabilitasi-rekonstruksi BNPB senilai Rp 1,2 triliun.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, yang turut mendampingi kegiatan tersebut di lokasi pengungsian, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari DPR RI serta jajaran Partai NasDem. Ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah percepatan masa transisi menuju pemulihan.

“Kami telah melakukan penghitungan secara rinci pada seluruh sektor, mulai dari sosial, infrastruktur hingga ekonomi produktif. Total kebutuhan pemulihan memang besar, karena kerusakan terjadi merata di banyak wilayah,” kata Hendrajoni.

Ia berharap dukungan politik di tingkat pusat dapat mempercepat realisasi bantuan, khususnya dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi. Menurutnya, masyarakat sangat membutuhkan kepastian hunian tetap serta perbaikan akses jalan yang terputus akibat bencana.

“Kami berkomitmen mengawal setiap rupiah bantuan agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bayang Utara,” tegasnya.

Menanggapi laporan tersebut, Surya Paloh menginstruksikan seluruh jajaran Partai NasDem untuk bergerak cepat dalam memberikan bantuan kemanusiaan serta mengawal proses penganggaran di tingkat pusat guna meringankan beban masyarakat Pesisir Selatan.

Dalam kesempatan yang sama, Lisda Hendrajoni juga didampingi oleh Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Nurhadi, yang merupakan anggota Komisi IX dari Daerah Pemilihan Jawa Timur. Nurhadi turut meninjau langsung lokasi pengungsian dan menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp 80 juta untuk mendukung operasional serta pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. Riko