HENDRAJONI Ajak Generasi Muda Jaga Tradisi Balimau Paga di Tengah Modernisasi
- Feb 16, 2026
- Admin : Riko Candra
PESISIR SELATAN, MIMBAR NAGARI - Tradisi Balimau Paga kembali digelar masyarakat Nagari Painan di Mesjid Akbar Baiturrahman Painan, Senin (10/2/2026), sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan adat tersebut dihadiri langsung Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni bersama unsur Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat.
Turut hadir anggota DPRD Dapil I Pesisir Selatan, Ketua LKAAM Pesisir Selatan, Ketua KAN Nagari Painan Syafrizal Ucok, para ninik mamak, serta Bundo Kanduang. Kehadiran tokoh adat dan masyarakat itu menegaskan kuatnya dukungan terhadap pelestarian tradisi turun-temurun tersebut.
Dalam sambutannya, Hendrajoni menekankan bahwa Balimau Paga bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Tradisi ini, menurutnya, merupakan warisan budaya Minangkabau yang sarat makna dan telah menjadi bagian dari identitas masyarakat, khususnya di Nagari Painan.
Ia menjelaskan, Balimau Paga mengandung filosofi pembersihan diri, baik secara lahir maupun batin, menjelang bulan suci. Selain membersihkan area makam dan pagar kuburan leluhur, masyarakat juga diajak untuk merefleksikan diri serta memperbaiki hubungan sosial.
“Membersihkan pagar sejatinya menjadi simbol membersihkan hati dari segala kotoran dan dosa sebelum memasuki Ramadan,” ujarnya di hadapan jamaah dan masyarakat yang hadir.
Bupati menyebutkan sedikitnya ada tiga nilai utama dalam tradisi tersebut. Pertama, penghormatan kepada para leluhur melalui doa dan perawatan makam. Kedua, mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat gotong royong tanpa membedakan latar belakang. Ketiga, menjadi sarana introspeksi dan peningkatan ketakwaan menjelang Ramadan.
Di tengah derasnya modernisasi, Hendrajoni mengingatkan pentingnya menjaga kearifan lokal agar tidak tergerus zaman. Menurutnya, kemajuan pembangunan daerah tidak boleh meminggirkan nilai adat dan budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Ia pun mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan adat. Balimau Paga, katanya, mengajarkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan spiritualitas yang tetap relevan di era modern.
Kepada ninik mamak, alim ulama, dan tokoh masyarakat, Bupati berpesan agar terus membimbing generasi penerus dalam memahami serta mencintai adat istiadat.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, lanjutnya, berkomitmen mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkarakter.
Hendrajoni juga berharap tradisi Balimau Paga menjadi penguat persiapan spiritual masyarakat dalam menyambut Ramadan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh warga yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. RIKO