LISDA HENDRAJONI Gaungkan Aksi Bergizi, Dorong Generasi Muda Terapkan Pola Hidup Sehat Sejak Dini

  • May 02, 2026
  • Admin : Riko Candra

PESISIR SELATAN, MIMBARNAGARI — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni, mengajak generasi muda berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting melalui penerapan pola hidup sehat sejak usia remaja. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Pergerakan Masyarakat Aksi Bergizi di SMAN 1 Batang Kapas, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan yang melibatkan ratusan pelajar ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya gizi seimbang dan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah.

Kehadiran Lisda di tengah para siswa memberikan energi positif sekaligus motivasi kuat bagi remaja untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri mereka.

Dalam arahannya, Lisda menekankan bahwa remaja merupakan pilar masa depan bangsa yang harus dijaga dari berbagai ancaman kesehatan, termasuk anemia dan stunting.
Ia mengungkapkan, angka anemia pada remaja putri di Pesisir Selatan masih tergolong tinggi, yakni mencapai 1.902 orang, sehingga membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Menurutnya, salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah dengan membiasakan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin, khususnya di kalangan pelajar perempuan.

“Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Remaja harus menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sehat,” ujar Lisda di hadapan para siswa.

Ia juga memperkenalkan konsep “Bestie Aksi Bergizi”, yakni pelajar yang menjadi contoh bagi teman sebaya dalam menerapkan pola makan bergizi dan kebiasaan hidup sehat.

Pendekatan berbasis peran sebaya ini dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran remaja karena pesan kesehatan lebih mudah diterima melalui lingkungan pertemanan.

Lebih lanjut, Lisda menjelaskan bahwa peran TP-PKK sangat sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mewujudkan Nagari Sehat.

Ia menyebutkan, capaian skrining kesehatan tingkat SMA di Pesisir Selatan telah mencapai 90 persen, yang menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini.

Dengan kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah optimistis angka stunting yang saat ini berada di kisaran 7,1 persen dapat terus ditekan. Riko