Pendidikan Pessel Peringkat 18, Bupati Hendrajoni Tegur Keras Jajaran Dinas Pendidikan
- Jun 29, 2026
- Admin : RIKO
PESISIR SELATAN, MIMBARNAGARI – Rendahnya kualitas pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan memicu kemarahan Bupati Hendrajoni. Di hadapan ratusan insan pendidikan, ia melontarkan kritik keras kepada jajaran Dinas Pendidikan, kepala sekolah, hingga guru yang dinilai mulai kehilangan fokus karena lebih sibuk mengurus proyek dibanding membenahi mutu pembelajaran.
Peringatan itu disampaikan saat membuka Grand Final Liga Sang Juara tingkat SMP se-Kabupaten Pesisir Selatan di Gedung Painan Convention Center (PCC), Senin (29/6). Hendrajoni menegaskan, buruknya capaian pendidikan daerah harus menjadi alarm bagi seluruh jajaran Dinas Pendidikan untuk berbenah total.
Ia menyoroti fakta bahwa Pesisir Selatan masih berada di peringkat ke-18 dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat dalam capaian pendidikan. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan masih lemahnya pembinaan, pengawasan, dan tata kelola pendidikan yang menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan.
"Tugas guru adalah mendidik dan mencerdaskan anak-anak, bukan sibuk mengejar proyek. Kalau energi habis mengurus proyek, kapan fokus meningkatkan kualitas pembelajaran? Guru bukan kontraktor dan kepala sekolah bukan pelaksana proyek," tegas Hendrajoni.
Ia menegaskan tidak akan membiarkan praktik-praktik yang mengalihkan perhatian dunia pendidikan dari tugas utamanya. Hendrajoni bahkan meminta Inspektorat turun melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam pengelolaan proyek di lingkungan pendidikan.
"Saya minta Inspektorat mengawasi dan memeriksa jika ada praktik-praktik yang tidak semestinya. Dunia pendidikan harus bersih dari kepentingan pribadi dan permainan proyek," katanya.
Tak berhenti di situ, Hendrajoni juga mengingatkan seluruh aparatur di lingkungan Dinas Pendidikan agar menjaga integritas dalam mengelola anggaran negara. Ia menegaskan jabatan bukanlah sarana mencari keuntungan pribadi.
"Jangan bermain-main dengan uang negara. Jabatan adalah amanah, bukan alat untuk memperkaya diri. Siapa yang tidak mampu menjaga integritas, lebih baik mundur daripada mencoreng nama baik pemerintah," ujarnya.
Bupati juga memberi ultimatum bahwa seluruh jajaran Dinas Pendidikan harus mampu membawa perubahan nyata. Ia tidak ingin pada 2027 Pesisir Selatan tetap berada di papan bawah dalam kualitas pendidikan.
"Saya tidak ingin tahun 2027 kita masih berbicara tentang keterpurukan. Kalau tidak ada perubahan, tentu akan dilakukan evaluasi terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab," tegasnya.
Sebagai langkah awal pembenahan, Hendrajoni meminta seluruh guru Matematika dan Bahasa Indonesia dikumpulkan untuk mengikuti evaluasi kompetensi. Menurutnya, peningkatan kualitas guru menjadi kunci memperbaiki prestasi siswa.
Data tahun pelajaran 2025/2026 menunjukkan rata-rata capaian akademik siswa masih rendah. Nilai Matematika baru mencapai 41,41 poin, sedangkan Bahasa Indonesia 58,66 poin. Hendrajoni menilai angka tersebut menjadi bukti bahwa Dinas Pendidikan harus bekerja lebih serius melalui pembinaan guru, penguatan pembelajaran, dan pelaksanaan Program Nagari Pandai berbasis teknologi.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, menyatakan siap menjalankan seluruh instruksi Bupati. Ia berkomitmen memperkuat kualitas guru, meningkatkan tata kelola pendidikan, serta mengejar target peningkatan mutu pendidikan pada 2027.
"Kami siap bekerja lebih keras dan menjadikan target peningkatan mutu pendidikan sebagai komitmen bersama. Insya Allah pada 2027 kualitas pendidikan Pesisir Selatan akan jauh lebih baik," ujar Salim. RIKO