Terisolasi Empat Hari, Lisda Hendrajoni dan BNPB Tembus Bayang Utara Antar Bantuan untuk Ribuan Warga
- Nov 30, 2025
- RikoSajo
- Umum
PESISIR SELATAN, MimbarNagari.kim.id — Upaya penanganan darurat di wilayah terdampak banjir di Kabupaten Pesisir Selatan terus berjalan di tengah akses jalan yang masih terputus. Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, turun langsung menembus jalur sulit menuju Kecamatan Bayang Utara untuk menyalurkan bantuan sembako, Minggu (30/11).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respon cepat setelah ribuan warga di empat nagari terisolasi total akibat banjir dan longsor yang merusak badan jalan. Sebanyak 300 paket sembako dibawa untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat yang sudah empat hari sulit dijangkau.
Dalam penyaluran bantuan itu, Lisda didampingi Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Kapolres Pesisir Selatan AKBP Derry Indra, Dandim 0311 Pessel Letkol Czi Theodorus, serta Direktur Rehab Rekon BNPB RI. Kehadiran rombongan ini juga untuk melihat langsung kondisi lapangan yang dinilai sangat kritis.
Empat nagari yang terisolasi tersebut adalah Muaro Aia, Ngalau Gadang, Pancuang Taba, dan Limau-Limau. Seluruh akses menuju lokasi itu putus akibat banjir besar yang disertai longsor, memutus jalur penghubung dan menghambat distribusi logistik.
Akibatnya, lebih dari 4.000 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan mendapatkan bahan pangan dan kebutuhan harian. Warga bergantung pada kiriman bantuan yang terbatas melalui jalur darurat.
Lisda Hendrajoni dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya percepatan pembukaan akses jalan. Menurutnya, penyelamatan logistik dan evakuasi sangat bergantung pada kondisi infrastruktur di lapangan.
“Selama akses menuju empat nagari ini belum terbuka, bantuan tidak akan bisa masuk maksimal. Saya mendorong BNPB dan pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah strategis agar jalur logistik dapat dilalui,” ujar Lisda.
Ia juga meminta masyarakat tetap waspada meskipun kondisi cuaca mulai membaik. Intensitas hujan yang masih tinggi di Sumatera Barat, kata Lisda, membuat potensi banjir susulan tetap harus diantisipasi.
Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menggerakkan seluruh sumber daya untuk membuka kembali jalur utama. Koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah provinsi dan BNPB untuk mempercepat pengerahan alat berat.
“Kami fokus pada pembukaan akses karena ini menentukan kelancaran bantuan. Ribuan warga sangat membutuhkan suplai logistik,” ujar Hendrajoni.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Komisi VIII DPR RI dan BNPB RI yang turun langsung ke lokasi. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat sangat membantu mempercepat penanganan.
Bantuan 300 paket sembako tersebut kemudian disalurkan melalui posko terdekat untuk selanjutnya dibawa menggunakan jalur alternatif menuju nagari terdampak. Pemerintah daerah menargetkan akses sementara dapat dibuka secepatnya agar bantuan dapat mengalir dengan lebih lancar dan aman. Koko