Kadis PMD Pesisir Selatan Bekali Mahasiswa ISI, Siapkan Agen Perubahan untuk 18 Nagari
- Jul 03, 2026
- Admin : Riko Candra
PADANG PANJANG, MIMBAR NAGARI– Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pesisir Selatan, Mar Alamsyah, S.STP., M.A., memberikan pembekalan kepada ratusan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pesisir Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula ISI Padangpanjang pada Kamis (2/7/2026) itu diikuti oleh mahasiswa yang akan diterjunkan ke 18 nagari binaan di Kabupaten Pesisir Selatan. Pembekalan tersebut bertujuan membekali mahasiswa agar mampu menjalankan program KKN yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam paparannya, Mar Alamsyah menegaskan bahwa KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan kreativitas seni secara langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan gagasan-gagasan kreatif dan inovatif bagi pembangunan nagari.
"Kalian adalah duta kampus. Hadirlah di tengah masyarakat dengan program yang kreatif, inovatif, dan solutif. Kolaborasikan keilmuan seni dengan potensi lokal nagari agar memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat," ujar Mar Alamsyah.
Selain memberikan motivasi, Kepala Dinas PMD juga memaparkan berbagai program prioritas pemerintah daerah melalui Dinas PMD, mulai dari penguatan kelembagaan nagari, pengembangan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag), hingga percepatan digitalisasi desa.
Ia berharap mahasiswa dapat menjadi mitra pemerintah sekaligus jembatan komunikasi dengan masyarakat dalam mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program pembangunan di nagari.
Sementara itu, Rektor ISI Padangpanjang mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Dinas PMD dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun ke lokasi KKN.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang seni, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kemampuan berkontribusi bagi pembangunan masyarakat.
Kegiatan pembekalan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber. Pada akhir kegiatan, Mar Alamsyah juga memperkenalkan para wali nagari kepada perwakilan mahasiswa sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan KKN di lapangan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemerintah nagari, diharapkan pelaksanaan KKN tahun 2026 mampu melahirkan berbagai inovasi berbasis seni dan budaya yang dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pesisir Selatan. RIKO