LISDA HENDRAJONI : Huntara Solusi agar Korban Bencana Pesisir Selatan Tak Lama di Pengungsian
- Jan 24, 2026
- Admin : Riko Candra
- Umum
PESISIR SELATAN, MIMBARNAGARI.KIM.ID - Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, menghadiri peresmian Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Kampung Limau Antu, Kenagarian Puluik-Puluik, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (24/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Lisda menegaskan komitmennya untuk mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar bantuan pemerintah pusat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Lisda mengapresiasi sinergi antara BNPB, Kementerian Sosial, dan Pemerintah Daerah yang bergerak cepat menyediakan hunian layak bagi 22 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
“Setelah masa tanggap darurat, pemenuhan kebutuhan dasar warga harus jadi prioritas. Huntara ini penting agar warga tidak terlalu lama tinggal di pengungsian,” kata Lisda di lokasi.
Menurut Lisda, keberadaan Huntara juga berperan menjaga kesehatan dan privasi keluarga korban bencana, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
“Kami di Komisi VIII terus berkoordinasi dengan BNPB dan Kemensos supaya proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Lisda juga menyoroti kelengkapan fasilitas di dalam Huntara, mulai dari tempat tidur hingga perlengkapan memasak. Selain itu, warga juga menerima bantuan biaya hidup dari Kemensos sebesar Rp 15.000 per jiwa per hari.
“Fasilitasnya sudah cukup memadai. Ini sangat membantu mengurangi beban warga, baik secara fisik maupun psikologis,” tambahnya.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatera Barat, Lisda menegaskan akan terus mendorong percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga yang rumahnya berada di zona merah.
Relokasi ke lokasi yang lebih aman, menurutnya, menjadi langkah penting untuk mencegah risiko bencana serupa terulang di masa mendatang.
Lisda juga menyebutkan bahwa penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) telah berjalan. Tahap pertama sudah dicairkan untuk 35 KK, sementara tahap kedua akan segera diusulkan ke BNPB.
“Usulan tahap berikutnya akan kami kawal dari pusat agar bisa segera direalisasikan,” tegas politisi Partai NasDem itu.
Selain di Pesisir Selatan, Lisda menyebut peresmian Huntara juga dilakukan di sejumlah daerah lain di Sumatera Barat, seperti Batang Anai (Padang Pariaman), Kabupaten Agam, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
“Bencana ini berdampak luas. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara serentak dan terintegrasi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Lisda didampingi Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, perwakilan BNPB, serta unsur Forkopimda setempat. RIKO